BAHUBALI
Cerita ini dimulai oleh seorang wanita yang sedang menggendong bayinya dengan luka dan darah yang bercucuran di hampir seluruh tubuhnya. Wanita itu terus berlari karena dikejar oleh prajurit dari kerajaan-nya yang ingin membunuh bayi yang digendong wanita itu. Prajurit kerajaan itu terus mengikuti jejak darah yang berasal dari wanita yang menggendong bayi itu. Sampai di suatu sungai dengan aliran air yang sangat deras wanita itu terus berlari. Ketika prajurit itu sudah ada dijejak terakhir, wanita dan bayi itu tiba-tiba menghilang kemudian muncul dibelakang prajurit itu yang langsung merebut pedang prajurit lalu ditebasnya kedua prajurit itu. Tapi wanita itu jatuh dan terseret kesungai setelah melihat ada sebuah pemukiman di sebelah gunung.
Karena wanita itu merasa tidak sanggup menyelamatkan bayi itu, wanita itu meminta tolong kepada dewa untuk menyelamatkan bayi itu walaupun dirinya tidak dapat diselamatkan. Dan betul seorang warga melihat bayi disungai dan langsung mengambilnya. Salah seorang dari warga itu ingin mengasuhnya walaupun banyak yang tidak setuju dan lebih ingin mengembalikannya ke atas gunung asal bayi itu berasal.
Bayi itu terus dirawant oleh salah seorang warga yang telah menolongnya dan dipanggilnya ibu. Kini bayi itu menjadi seorang anak dengan nama “Siwa” yang hebat selalu ingin mendaki gunung yang membuatnya penasaran. Itu dia lakukan sampai dewasa dan sampai dia bisa menembus tekad-nya yang kini telah dia raih dikarenakan topeng yang membuatnya penasaran untuk mencari pemiliknya. Sesampai diatas gunung itu ternyata Siwa menemui seorang wanita yang lagi dikejar oleh banyak prajurit. Wanita itu adalah Afantika sipemilik topeng misterius itu.
Di lain tempat, Afantika diberi tugas untuk memimpin pasukan dalam menyelamatkan Dewasena yang diberi waktu selama 2 dan hari dan agar lebih berhati-hati pada Baladewa. Sementara itu di sebuah kerajaan lain Balaldewa sedang melatih kemampuannya dengan melawan amukan dari banteng yang besarnya melebihi tubuhnya. Banteng itu sempat terkalahkan oleh Baladewa, tapi Baladewa menatap banteng itu dengan penuh kebencian dan tiba-tiba banteng itu bangkit meski sudah diikat oleh banyak parjurit kerajaan. Banteng itu menyerang kembali Baladewa yang berjalan membelakanginya, tapi tiba-tiba seseorang memberanika diri menyelamatkan Baladewa dengan menusuk banteng itu dari samping. Karena merasa nyawanya terselamatkan, Baladewa memberi satu permintaan kepada Paman dan Paman hanya meminta untuk Dewasena dibebaskan. Baladewa mengeluarkan sebuah pedang untuk mengabulkan permintaan orang itu, Baladewa berkata silahkan lakukan sendiri dengan pedang ini, bunuh dia daripada dia tersiksa lebih baik dia dibunuh agar dapat terlepas dari siksaannya.
Ditempat lain Dewasena dikurung dengan cara kaki diikat oleh rantaii yang hanya dapat melangkah beberapa langkah saja dari tempat rantai itu diikat yaitu sebuah tiang yang lantainya bergambar lambing Yahudi. Paman datang dan menanyakan sesuatu kepada Dewasena “buat kamu memungut ranting-ranting ini Dewasena ?, kamu seperti orang tidak waras saja”. Tiba-tiba Dewasena bangkit dengan wajah yang sangar dengan percaya diri bahwa ranting ini dikumpulkan buat pembakaran jasad Baladewa karena aku percaya putraku akan kembali.
Ditempat lain, Siwa terus mengganggu Afantika dengan cara melukis diiantara tubuh Afantika tanpa Afantika sadari. Afantika baru menyadari ketika temannya memberitahukannya, melihat hal itu Afantika mencari orang itu di dalam hutang yang diselimuti salju. Siwa sedang berbaring di samping pohon dan seketika anak panah hampir menembusnya. Siwa terus berlari dari Afantika tapi Siwa melawannya dengan cara yang sangat unik. sambil menghindari serangan dari Afantika sembari Siwa merias wajah Afantka dengan buah-buahan sekitar dan merobek baju Afantika agar terlihat seksi.
Seketika Afantika melihat dirnya diair dan tenyata sungguh mengagumkan, Afantika tiba-tiba memeluk Siwa karena telah membuatnya tersenyum kembali.
Tak lama berselang, tiba-tiba prajurit datang dan memburu Afantika dan Siwa. Untuk menghindari prajurit itu Siwa menggunakan kekuatannya dengan mengannkat batu besar dan membentukannya ke gumpalan es yang seketika membuat gunug es situ longsor. Melihat hal itu siwa membela batu utnuk ditumpangi melewati lonsoran es itu. Karena luka yang ada pada tubuh Afantika, Siwa mengambil alih tugas untuk menyelamatkan Dewa Sena.
Di Istana, Semua orang berusaha membangun patung emas tapi tiba-tiba patung emas itu runtuh dan hampir menrenggut banyak nyawa para prajurit. Siwa datang untuk membantu prajurit mendirikan kembali patung itu. Salah seorang prajurt yang pernah ditolong oleh siwa melihat siwa yang meakukan hal itu dan prjurit itu melontarkan nama “Bahubali” sontak semua orang mengikuti-nya. Raja sangat marah dan ingin mengetahui siapa itu Bahubali. Siwa menyamar sebagai prajurit untuk menyelamatkan Dewasena. Setelah bertarung dengan banyak prajurit di Istana itu akhirnya Siwa bisa membebaskan Dewaseena dengan mengendarai delman kuda dan membawanya kedalam hutan.
Didalam hutan, siwa terkena perangkap dari prajurit istana yang membuat Siwa tak sadarkan diri. Siwa sadar setelah Dewa sena sudah ada ditangan raja, melihat Dewasena dibenturkan kepalanya kebatu, Siwa mulai murka dan mulai melawan semua prajurit. Akhirnya sebagian prajurit telah dilumpuhkan oleh siwa, tapi paman muncul dan melawan Siwa. Tapi, pada akhirnya paman sadar bahwa yang dilawan adalah Bahubali. Sontak paman menjatuhkan senjatanya dan menunduk dikaki siwa kemudian keluarlah kata “Bahubali”. Sontak semua orang terkejut dan tiba-tiba semua tunduk pada siwa.
Siwa heran dan indin diceritakan apa yang sedang terjadi pada dirinya dan orang-orang ini.
Bahubali Episode Pertama

0 Komentar untuk "Sinopsis film terbaru "BAHUBALI" episode pertama di ANTV"